Senin, 23 Juli 2012

misteri nike ardila


.
Misteri Hard Top Merah
Yang mencurigakan dibalik kematian Nike Ardilla yakni munculnya legenda Hard Top merah yang tiba-tiba memepet mobil Nike.Anehnya versi resmi yang dilansir polisi,tak ada cerita Hard Top.Yang ada mobil Taft yang melaju dari depan yang menyebabkan mobil Genio yang dikemudikan Nike terpelanting lalu menabrak tembok.
Bagaimana dengan teka-teki Hard Top yang menurut sejumlas saksi mata tampak dikemudikan lelaki berambut cepak? Hingga kini misteri Hard Top merah itu masih menjadi teka-teki. Sejauh mana kemungkinan Enno Sigit berada dibalik kematian Nike Ardilla? Atau apakah benar saat meninggal Nike itu dalam keadaan mabuk? A Hon produser Nike dari Music Plus membantah keras.
“Nggak,nggak Nike tak pernah mabuk”, kata A Hon.
Sampai di sini  seperti biasa–,bila menyangkut megaskandal keluarga Cendana, tragedy ini pun seperti puisi.Indah tak ada pelaku.
Seperti cerita cerita yang beredar,anak ini tak mampu mengendalikan mobilnya ketika berpapasan dengan mobil taft berwarna merah yang sedang melaju kencang.Disinilah peran orangnya Mr.X : Membuat Nike kaget dan menjebak mobil pada posisi yang sulit.Sampai sekarang,tak pernah ketahuan siapa yang mengemudikan kendaraan itu.Beda halnya dengan pengemudi yang hendak disalip oleh Nike.Ia malah sudah memberikan kesaksian kepada wartawan.
17 Tahun Meninggal Nike Ardilla: Fans Tetap Mengenang dan Mencintai Nike Ardilla
Jakarta -
Meski telah 17 tahun meninggal dunia, namun Nike Ardilla tetap meninggalkan kenangan manis bagi para penggemarnya. Mereka pun menggelar berbagai acara untuk Nike.
Nike Ardilla lahir di Bandung, Jawa Barat pada 27 Desember 1975. Namun Nike yang saat itu karirnya tengah berada di puncak kesuksesan, membuat penggemarnya terkejut dengan meninggalnya Nike, dalam kecelakaan mobil yang mengenaskan pada 19 Maret 1995 di Bandung
http://syiahali.files.wordpress.com/2011/09/nike-ardilla.jpg?w=300
.
Sofiatun mengatakan Nike hanya meminum orange jus. Hasil visum polisi menyebutkan tidak menemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike.Menurut Atun yang bersama Nike berada di mobil itu, dalam perjalanan pulang Nike mengendarai mobil itu dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Mobil Nike berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah di kantor Usaha Pribadi di jalan RE. Martadinata, dan Nike menghembuskan nafasnya yang terakhir
Menurut Atun yang bersama Nike berada di mobil itu, dalam perjalanan pulang Nike mengendarai mobil itu dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Mobil Nike berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah di kantor Usaha Pribadi di jalan RE. Martadinata, dan Nike menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Yg pasti, almarhumah jelas tidak mabuk karena kalau kita menyetir nonstop dari Jakarta menuju Bandung lewat Bogor – Puncak – Cianjur (belum ada jln Tol Cipularang) dan lelah karena pulang kerja, ditambah di Bandung harus menemui teman2, maka kelelahan akan menimpa siapa saja meski seorg laki2, apalagi seorg perempuan. Semoga amal ibadah almarhumah Nike Ardilla diterima ALLAH SWT dan segala kesalahannya diampuni ALLAH SWT, amien.
.
Saat mendengar suara benturan,saya lari mendekati tempat kejadian.Saat itu saya melihat orang orang membopong seorang wanita dari dalam mobil yang penyok sebelah kanan.Lalu saya mendekati mobil,dan di dalam ada wanita lain yang sudah tidak bergerak.Tangannya terangkat ke atas.Darah mengalir dari telinga dan bibirnya.Dan ketika diangkat,jok kursi yang didudukinya tergenang darah.Semula saya tidak tahu siapa dia.Baru ketika polisi datang dan memeriksa tanda pengenal korban,saya tahu kalau itu Nike Ardilla,” cerita Yadi karyawan SPBU yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat kejadian
.
Keterangan ini diperkuat oleh beberapa saksi mata lain,diantaranya Asep,pengemudi taksi yang sedang mencari muatan dan Anom penjaga kios rokok yang berjarak 25 Meter dari tempat peristiwa tragis itu terjadi.Menurut mereka,mobil Keke,menuju ke Jalan Ahmad Yani,satu jalur dengan kantor Nata Usaha Abadi itu.Sesaat mobil kelihatan oleng sebelum akhirnya slip ke kiri dan bagian kanan mobil kemudian membentur keras tembok pintu masuk kantor tsb.Keke yang saat itu mengenakan kaus merah muda dan jeans,langsung dilarikan ke rumah sakit Hasan Sadikin dengan mobil Pick Up.Tapi….nyawanya sudah tidak tertolong lagi.Sedang kawannya,Sofiatun yang saat kejadian berada di dalam mobil yang sama ,meski tak sadarkan diri selama beberapa jam dan sempat dirawat di RS. St.Yoseph,Bandung.
Tiga hari terakhir sebelum Keke mengalami kecelakaan,memang hari yang melelahkan bagi Keke.Dia tengah menjalani syuting dua sinetron sekaligus, Trauma Marissa dan Warisan II .Hari Kamis dan Jumat,ia mengikuti syuting Trauma Marissa di Lenteng Agung dan Pasar Minggu,Jakarta.Jumat pukul satu dini hari,setelah syuting selesai,Keke langsung menuju kontrakannya di Jl.RS.Fatmawati,Jakarta Selatan.Pagi itu ia masih menerima kawan kawannya,Deddy Dhukun dan Melly Goeslow.Mereka ngobrol hingga pukul lima pagi
.
Setelah itu,Keke pergi ke Bogor,untuk syuting Warisan II .Seusai syuting,kira kira pukul 23.00,Keke langsung balik ke Bandung.Tidak lama di rumah,ia pamit untuk pergi menyaksikan show temannya di diskotik Studio East,Bandung.Pukul 03.00 dinihari,Keke sudah terlihat di POLO Dischotique & Pub ,di lantai 15 BRI Tower,Jl.Asia Afrika,BAndung.” Malam itu jam satu dan jam tiga dinihari,teteh Keke masih sempat menelepon kami.Kebetulan yang nerima Teh Mona,saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan,” kenang Fitri,sahabat kental Keke
.
Sebelum melanjutkan jadwal syuting di Bogor keesokan harinya,Keke sempat menjemput Atun,ke rumah untuk ambil pakaian.Dalam perjalanan pulang itulah,peristiwa nahas itu terjadi dan merenggut si Bintang Kehidupan.Jenasah Keke dimandikan di rumah orangtuanya,Jl.Parakan Saat 1/37,Bandung.Dan kemudian pukul 13.30 WIB,dibawa ke Imbanagara Ciamis untuk dimakamkan di pemakaman keluarga.

Mengenang 17 tahun Nike Ardilla

Minggu 19 Maret 1995,Bandung berduka.,Nike Ratnadilla meninggal dunia dalam usia yang masih sangat muda,19 tahun.Mojang priangan yang sampai akhir hidupnya berprofesi sebagai penyanyi,bintang iklan,pemain sinetron,dan model itu,meninggal dunia dalam kecelakaan di jalan Riau (dulu RE.Martadinata ),Bandung.Mobil Honda Civic Genio biru metalik dengan nomor polisi D 27 AK yang dikendarainya sendiri,menabrak pagar gerbang kantor Nata Usaha Abadi.Peristiwa tragis ini mengakhiri hidup penyanyi yang album albumnya selalu meledak di pasaran itu
.
Diantara jerit tangis dan rasa kehilangan kedua orangtuanya,kakak kakaknya,kerabat dan para sahabat.Banyak yang tak percaya ketika mendengar kabar duka ini.Kenapa Nike pergi secepat itu? Kenapa harus dengan cara seperti itu Nike pergi?Innalilahi Wainailaihi Rojiun,sesungguhnya kita dari Allah dan kembali padaNya.Tuhan sudah memangil Nike Ardilla untuk kembali padaNya.Hanya doa yang bisa kita persembahkan,agar Nike mendapat tempat yang layak di sisiNya,dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.
.
“…Neng sudah pergi…..” Hanya itu kalimat yang bisa keluar dari mulut ibunya,pada setiap tamu yang datang mengucapkan ucapan belasungkawa.Kalimat memilukan yang mengalir dari bibir sang ibu ini,rasanya tak cukup untuk menjelaskan kesedihan yang dia rasakan.Air mata kemudian yang banyak berbicara.Mengungkapkan rasa kehilangan akan kepergian mendadak si putri bungsu.Bukan hanya ayah dan ibunya,kakak kakaknya,keluarganya yang merasakan kehilangan dan kesedihan mendalam.Hampir semua yang datang ke rumah duka tak bisa menahan tangis.Semua terjadi begitu cepat.Gadis manis yang semasa kecilnya bercita cita ingin menjadi pramugari,agar bisa terbang mengelilingi dunia,kini sudah terbang….jauh….sangat jauh….”
180564_196715640346268_100000234992309_684470_470312_nNy.Nining Teteskan Air Mata
19901435563733l.jpg
Semasa hidup,Nike punya obsesi yang terpuji : Memiliki Sekolah Luar Biasa untuk menampung anak anak cacat mental yang tak mampu.” Ceritanya suatu hari Nike jalan jalan sama papi,terus melihat anak anak cacat mental yang hidup mengelandang.Secara spontan Nike bilang sama papi,bagaimana kalau kita menditikan SLB,untuk menampung mereka yang hidupnya kurang beruntung itu,” kata Nike Ardilla,dalam wawancara bersama Bintang Indonesia beberapa waktu lalu.Setelah dana yang dimiliki dirasa cukup ,Nike pun mewujudkan impian terpujinya itu
.
” Kebetulan paman Nike ada yang bergerak dalam pendidikan Luar Biasa,jadi semuanya bisa lancar.Saya bahagia sekali waktu itu.Bagaimana pun juga,anak anak itu berhak mendapatkan pendidikan.Bahagia sekali rasanya saya bisa berbuat sesuatu bagi mereka,” kata Nike,tentang SLB nya yang ketika itu menampung lebih dari 40 anak cacat mental.” Makanya,beli donk kaset Nike,selain untuk mengetahui perkembangan music di tanah air,siapa tahu bisa membantu SLB Nike,” tambahnya
Selain menuntaskan kasus kecelakaan yang dialami almarhumah Nike Ardilla,pihak kepolisian dan kejaksaan sebenarnya masih menangani perkara tuduhan penganiayaan yang dilontarkan kepada sang bintang itu dikala ia masih hidup. Namun berhubung Nike Ardilla telah tiada,maka secara hukum segala tuntutan yang bersifat pidanya kepada dirinya,gugur atau batal dengan sendirinya.Kapolresta Bandung Tengah Let.Kol.Pol. Ade Rahardja maupun Kajari Bandung,menegaskan penyidikan kasus Nike Ardilla tidak akan diteruskan ke meja hijau dan dianggap selesai. �Berhubung Nike telah meninggal dunia,maka dengan sendirinya tuntutan hukum yang akan dijatuhkan kepada artis ini di pengadilan otomatis gugur dengan sendirinya,� kata sebuah sumber di kejaksaan Negeri Bandung.Nike terdaftar sebagai tersangka sehubungan dengan kasus penagniayaan dan obat-obat terlarang.Perkaranya kini sudah masuk PK-1. Waktu itu penyidikan perkara itu oleh polisi dimulai tanggal 24 Desember 1994,namun pada tanggal 6 Januari 1995 berkas perkara yang sudah diserahkan kepada kejaksaan itu dikembalikan lagi kepada pihak kepolisian,karena masih ada kekurangan-kekurangan dan hingga sekarang belum diserahkan lagi kepada Kejaksaan Negeri Bandung.
Demikian hingga saat ini nama baik Nike masih tetap bersih dan dianggap tidak bersalah,ujar Himawan Keswara.SH.(Kassie Tindak Pidana Umum).
.
Belakangan Denny Sabri mengaku sudah jarang bertemu Nike.Terakhir bertemu,” Ya waktu lebaran di rumahnya.Saat Denny Sabri  datang,Nike masih tidur karena kecapekan baru datang dari nonton konser di Bangkok.Begitu dibangunkan,Nike minta maaf sembari mencium tangan.Itulah yang Denny Sabri herankan.Sebelum-sebelumnya,dia nggak pernah sampai cium tangan segala.”
Pada kesempatan itu pula,kata Denny,” Nike bilang,I have a very big problem.
Kaget juga Denny Sabri ,masalah apa nih?
Karena dia masih capek, Denny Sabri cuma berjanji akan kembali untuk membicarakannya.” Sayang,Denny tak sempat melaksanakannya,karena itulah pertemuan terakhir mereka.Beberapa saat setelah Nike tiada,Denny pun teringat obrolannya dengan Nike dan Deddy Dores beberapa waktu silam.” Mereka berdua pernah cerita sama saya,ada peramal yang mengatakan umur Nike nggak bakal panjang.Tapi Denny Sabri bilang,jangan mempercayai omongan tukang ramal itu,” tuturnya.
Meski begitu,” Nike sempat terpengaruh.Pernah,sewaktu di Jakarta Denny Sabri  nasihati dia agar jangan sampai terpengaruh. Denny Sabri  bilang,’Ke,jaga citra diri kamu donk’.
Eh dia menjawab,’Biarin,Nike kan sudah diramal umurnya pendek.
‘Denny Sabri  sampai bilang ‘Kamu gila kalau percaya omongan itu.”
Oh Tuhan
Setulus hatiku meminta
Untuk adikku tercinta
Tuhan,kasihilah dia
Ampunilah dia
Selamat jalan adikku
Sinar kasih Tuhan menyertaimuSetelah aku mendengar beritamu
Rasanya hatiku tak percaya
Engkau telah pergi meninggalkan dunia dan kita semua
Hanya doa yang dapat aku panjatkan
Untuk adikku tercinta
Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih menerima di sisi-Nya

Click here to see a large version
Nike Adilla Resto and galery : Lokasi Wonomulyo, Sulawesi Barat
View Post
Makam Nike Ardilla : Lokasi Jl. Imbanegara Ciamis Jawa Barat

Musium Nike Ardilla : Lokasi Komplek Perumahan Arya Graha . Jl. Sukarno Hatta Bandung
Nike pernah akrab dengan beberapa teman pria.mulanya dengan Deny Wardana,kerabat dekat Achmad Albar.Mereka berkenalan saat Nike mendapat hadiah Tour ke Amrik dari BASF.Achmad Albar sengaja memperkenalkan Deny yang kala itu kuliah di Amrik pada Nike.Niat Achmad Albar baik,ia ingin Keke punya teman selama di sana.Ternyata persahabatan mereka berkembang menjadi benih cinta,sayangnya percintaan mereka kandas
.
Nike lalu berjalan sendiri.Di tengah perjalanan itu,ia bertemu Andra,putra gubernur Kalimantan Timur.Tak lama berselang,hubungan mereka berkembang menjadi serius,hinga tersiar kabar bahwa Nike dan Andra bertunangan.Namun lagi-lagi Nike merasa kurang cocok dengan pengusaha muda ini
.
Cinta Nike lalu beralih ke bintang sinetron yang juga Foto model Ari Sihasale.Bahkan kabarnya,di malam menjelang kejadian nahas itu,Nike pergi dengan Ari.Sampai saat ini,hubungan Nike dan Ari masih misterius,karena Ari selalu bungkam apabila ditanya tentang hubungannya dengan Nike
.
Lalu,siapakah arjuna yang sebenarnya diimpikan Nike?
Menurut Alan Yudhi-kakaknya Nike-,Nike sempat bilang,bahwa dia sangat mengagumi sosok Ryan Hidayat.Karena menurut Nike,Ryan adalah sangat lelaki dan cuek,dan itu adalah type idamannya.Tapi sayang,kala itu Ryan sudah memiliki kekasih.Hingga Akhirnya,Nike memilih memendam perasaannya.Di sisi lain,sebenarnya Ryan Hidayat pun mengagumi Nike…

Photo bersama deddy Dores ketika mendapatkan Best selling Awards januari 1995 atas album. Biarkan CintaMu Berlalu….Deddy Dores mendapatka penghargaan Produser Terbaik……Untuk Album itu Juga Nike Ardilla mendapatkan penghargaan Video Klip Favorite Tahunan di acara Video Musik Indonesia Awards. Dan Video Klip Favorite Bulanan atas lagu biarkan cinta mu berlalu sutradara Ria Irawan…..
Pas Show Promo…di RCTI
Dengan Meriam Belina
Mungkinkah masih akan ada nama dari blantika musik Indonesia yang akan mampu menciptakan fenomena yang pernah diciptakan  Nike? Hanya waktu yang akan mampu membuktikannya. Melihat dominasi penyanyi perempuan ditanah air yang baik musik dan penampilan yang hampir seragam, seperti akan sulit untuk kembali menyaksikan fenomena serupa.

Dari sisi genre musik, Nike cenderung mengusung musik Pop Rock bertempo slow karya yang sangat khas dari Deddy Dores dengan lirik-lirik mengharu biru.

Nike cenderung bergaya perempuan manis yang feminim yang ekspresif, Nike terpaksa harus meninggalkan hingar bingar musik Indonesia pada saat mereka masih berada dipuncak popularitas mereka. Pada usia yang masih sangat muda yaitu sembilan belas tahun, Nike meninggal dunia pada sebuah kecelakaan jalan raya di Bandung.
Nike Ardilla meski telah tiada selama lebih dari sepuluh tahun, tetapi namanya masih tetap berkibar di dunia hiburan tanah air. Peringatan tanggal kematiannya dan hari Ulang Tahunnya masih tetap mendapat liputan esklusif dari banyak media. Album-albumnya yang kemudian diproduksi ulang masih tetap mampu terjual dengan angka yang fantastis. Kematian tidak membuat popularitas Nike pudar, tetapi tetap bersinar dan mungkin akan abadi.


nikea3a.jpg pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu : Sofiatun mengatakan Nike hanya meminum orange jus. Hasil visum polisi menyebutkan tidak menemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike. Ada kesimpangsiuran tentang waktu kematian Nike Ardilla, menurut saksi kejadian itu terjadi pukul 3 pagi, tapi saksi lain mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pukul 5.45 pagi, laporan resmi mengatakan bahwa waktu kejadian adalah pukul 06.15 pagi. Nike Ardilla dimakamkan pada sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemarnya beserta para artis ibukota. Kematiannya menghebohkan dunia hiburan Indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman Nike Ardilla.

Menurut Atun yang bersama Nike berada di mobil itu, ditengah perjalanan pulang Nike mengendarai mobil itu dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Mobil Nike berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah di kantor Usaha Pribadi di jalan RE. Martadinata dan Nikepun tewas seketika.
Masalahnya mobil siapa yang mengagetkan  Nike ??

Nike Ardilla Interview TV3 Malaysia – YouTube


Nike Ardilla Interview TV3 Malaysia







hamba tuhan
Kematian Artis Diratapi Melebihi Ulama Sunni…

Selama sejarah entertainment Indonesia ada, hanya Nike Ardilla artis satu-satunya yang mendapatkan penghormatan paling tinggi dimana setiap tanggal kelahirannya dan kematiannya selalu diperingati

Boleh dikatakan hanya Nike Ardilla artis dengan pengaruh besar di industri hiburan Indonesia bahkan Asia. Nama Nike Ardilla mungkin bisa disejajarkan dengan Bruce Lee

.

Tokoh Sunni Yang Terlahir Di Kebudayaan Pop Zaman Soeharto Yang Tidak berhukum Dengan Hukum Allah SWT

Adalah seorang George Quinn, Dekan dari Fakultas Studi Asia di Universitas National Australia. Quinn melakukan penelitian tentang kebiasaan orang Jawa yang melakukan ziarah. Dan penghormatan biasanya dilakukan masyarakat Jawa kepada para orang suci muslim seperti Wali Songo. Dan melihat penghormatan dan banyak bukti-bukti, hanya Nike Ardilla tokoh yang lahir di kebudayaan pop yang memiliki atau mempunyai penghormatan setara dengan para Wali Songo tersebut yang lahir di kebudayaan Gamelan. Setiap tahun bahkan sampai 15 tahun wafatnya Nike Ardilla.
Ribuan bahkan jutaan orang telah melakukan ziarah baik itu sehari-hari atau setiap tanggal kematiannya dan tanggal kelahirannya Nike Ardilla. Maka dengan hal tersebut dapatlah di sebutkan kalau hanya Nike Ardilla yang menjadi bukti kegemilangan budaya pop. Dimana semenjak awal kariernya gambar Nike menghiasi ruang publik, baik itu kafe, bus, tv, sekolah, dll. Bahkan setelah kematiannya pun nama Nike Ardilla masih mengisi ruang-ruang publik buktinya, tempat-tempat suci didirikan seolah-olah mentasbihkan kalau Nike Ardilla adalah pahlawan dan tokoh baru di zaman ini, Nike Ardilla resto and Gallery dibangun untuk mengenang tokoh paling bersinar abad ini di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Bagaikan musium, makamnya selalu ramai dikunjungi semua kalangan. Tidak salah lah kalau George Quinn mentasbihkan Nike Ardilla setara dengan Para wali. 15 tahun kematiannya masih mampu mengisi ruang-ruang publik hingga saat ini

Pengaruh

Tak lama setelah kematianya nama Nike Ardilla justru menjulang. Publik masih terus membicarakan Nike Ardilla. Majalah Asia Week menafsirkan Nike dalam sebuah kalimat satir “In Dead She Soared” atau “Dalam Kematian Dia Bersinar”. Setiap tahunnya ribuan penggemar yang tergabung dalam Nike Ardilla Fansclub melakukan ritual khusus pada tanggal 19 Maret dan 27 Desember yaitu berziarah ke makam dan mengadakan acara mengenang Nike seperti memutarkan film-film Nike dan menyanyikan lagu-lagu Nike di Bandung, tempat kelahiran dan tempat berpulangnya Nike. Sebuah museum juga didirikan di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Semua barang-barang Nike tersimpan disana, seperti pakaian yang dikenakannya saat kejadian dan replika kamar Nike Ardilla. Selain itu, hampir semua album rekaman lagu-lagu Nike berhasil memperoleh penghargaan, terutama dari segi penjualan. Dalam rentang waktu yang relatif pendek, dia berhasil mengembangkan demikian jauh popularitas dan fanatisme penggemarnya bahkan melampaui apa yang diperoleh penyanyi terkenal yang sudah berkiprah puluhan tahun di dunianya.
=================================
SURAT YANG DiTULiS NikE :
“Ya Allah, Nike mau minta tolong mudah-mudahan Nike sukses dalam karier dan kehidupan Nike.Nike tahu,Nike banyak dosa.Semoga Allah maafin Nike.Nike sekarang udah punya cowok baru.Mudah-mudahan Nike ada di dekat Allah dan Allah ada di dekat Nike dan keluarga Nike.Amien. Kalau ada orang yang mau jahat pada Nike,tolong dong lindungin Nike.Nike takut banget. Sumpah,Nike sekarang sedang tidak punya uang.Berilah Nike pekerjaan dan rezeki yang banyak�yach�yach? Gimana si doi lagi marah ama gue ya nggak?…………”
.
Itulah sebagian catatan curahan hati Nike Ardilla yang ia tuliskan diatas selembar kertas. Isinya rata-rata berupa pengaduan dari berbagai masalah yang dihadapinya.Dari soal kehilangan cincin,sampai soal cinta.
.
Cerita Nining sang ibu, tak ada firasat buruk sebelum anaknya meninggal. Cuma sehari sebelum meninggal, anaknya itu sempat meminta maaf padanya ketika hendak bepergian. Neng (panggilan akrab Nike) sempat meminta maaf pada saya. Dia minta maaf karena selama ini bohong sama saya. Misalnya, bilang mau syuting, padahal main. Bilang mau pemotretan, padahal jalan-jalan. Sang ibu waktu itu sempat menimpali. Bagaimana mau masuk surga, kalau Neng banyak dosa sama mamih? Kala itu dia sempat pula bilang tak akan keluar malam lagi. Dia bilang, ini acara keluar malamnya yang terakhir, gumam Nining
.
Dari sejumlah info yang kami kumpulkan, kami tarik kesimpulan bahwa menjelang kematiannya :
  1. Menjelang kematiannya, Nike Ardilla berada dalam keadaan ketakutan karena ada orang yang mau berbuat jahat padanya
  2.  Nike Ardilla menyadari dirinya semasa hidup banyak dosa, walaupun demikian Nike berharap bisa dekat dengan Allah sehingga Allah mau memberi perlindungan padanya dan memaafkan dosa dosanya
Malam minggu di Bandung .
Nike pukul 23.00 pamit pada mereka berdua. Sang ayah yang sudah biasa melihat Nike keluar malam, tak pernah keberatan lagi. “Ya biasa, anak muda” ujarnya lirih. Hanya sejak beberapa bulan lalu, Nike sering meminta maaf atas segala kesalahannya. “Nike minta maaf, karena saya ada salah” ucap Nike, seperti ditirukan ayahnya. Kedua orang tuanya pun bingung., karena tidak merasa putri bungsunya itu berbuat salah pada mereka.
Petugas dari Polres Bandung Tengah, sertu sudarta, yang menangani kecelakaan nike ardila, mengatakan tidak menemukan obat terlarang atau minuman keras di mobil yang dikendarai Nike.
Polisi tanggap terhadap berbagai suara di masyarakat tentang kecelakaan tersebut. Kapolwitabes Bandung, Kolonel Pol. Drs. Didi Widayadi mengatakan agar orang tidak menduga macam-macam atas kematian penyanyi Nike Ardila. Berdasar penyelidikan polisi, kematian artis tersebut disebabkan kecelakaan tunggal artinya, kematian Nike karena kecelakaan diri sendiri yang menyebabkan kematian orang itu.
“Sederhananya, Nike menabrak kemudian meninggal,” kata Didi Widayadi, kepada wartawan di sela-sela acara peringatan hari ulang tahun sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri di Lembang Bandung, Senin (20/3).
“Dalam tas Nike hanya ditemukan sejumlah kosmetik dan pembalut wanita,” ujar Sertu Sudarta.
Selasa 21 Maret lalu, sebenarnya Nike shooting video klip versi lain lagu Sandiwara Cinta dengan Broadcast Design Indonesia. Album terbarunya itu yang masih dibawah garapan si tangan dingin Deddy Dores baru beredar. Malah Rabu besoknya, ia (Nike) semula akan menuju Malaysia untuk menerima penghargaan untuk albumnya yang laris disana.
Mampir sebentar mengantar Ari & Eddy ke penginapan mereka di Hotel Jayakarta. Nike dan Atun lalu ke rumah makan Kintamani di Jl. Lombok dan pulang menjelang pagi. Karena letak rumah makan Kintamani dengan tempat kejadian tak jauh, jelas bahwa Nike sudah tancap gas sejak berangkat.
Menyusuri JL. Riau (kini Jl. RE. Martadinata) berkecepatan sekitar 100 km/jam dipagi hari sekitar pukul 06.00, mobil biru metalik Nike bernomor polisi D – 27 – AK oleng, lalu menabrak pagar dan bak sampah sebuah rumah. Nike yang tak memakai sabuk pengaman, pecah seketika kepalanya dengan kedua tangannya ke atas seolah ingin menutup wajahnya dari pecahan kaca. Dengan darah terus bercucuran dari kepala dan telinganya. Nike tewas saat itu juga!
Di tas Nike yang malam itu memakai t-shirt merah, celana jins biru dan sepatu kets merah, ditemukan agenda pribadi, hp, kosmetik dan topi.
Hari kematian…

Setelah divisum luar di RS. Hasan Sadikin dan disemayamkan di rumah duka Jl. Parakan Saat No.37 Minggu siang lalu (19/03) Nike dikebumikan di Desa Imbanegara, Kabupaten Ciamis, 180 km timur Bandung.
Kusnadi Ayah Nike Ardilla saat itu berusah melayani setiap tamunya yang hendak memberikan belasungkawa atas meninggalnya nike. Kata Kusnadi, rencananya Nike Ardilla akan masuk pondok pesantren di Tasikmalaya, tanggal 20 maret 1995. Namun sebelum niat itu terlaksana, Nike sudah dipanggil Tuhan.
Ada desas-desus yang meyakini kematian tak wajarnya merupakan buah dari pembunuhan yang direkayasa. Konon, sebelum mobil berpelat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah, ada sebuah mobil yang berjalan sangat pelan di depannya. Ketika hendak menyalip, mendadak muncul mobil Taft dari arah berlawanan. Kasus ini akhirnya kembali dikait-kaitkan dengan pembunuhan terrencana yang melibatkan tokoh-tokoh penting di belakangnya. Kisah sabotase juga dicuatkan oleh kondisi ban mobil Nike yang lebih kecil dari ukuran standar. Hal ini diduga telah di-setting oleh pihak tertentu.
Waktu meninggalnya pun simpang siur. Ada yang menganggap, Nike mengalami kecelakaan pukul 3 dini hari. Namun ada pula yang menyebutkan Nike mengalami tabrakan menjelang pukul 6 pagi. Beberapa saksi mata menyebutkan, Nike meninggal di tempat kejadian perkara. Namun, banyak pula yang mengklaim kematian itu terjadi setelah Nike yang mengalami luka di kepala dan dada berhasil mendapat pertolongan di rumah sakit.
Kesimpangsiuran kematian Nike membuat kontroversi semakin runcing. Media-media menurunkan beritanya sebagai headline. Asia Week sampai menyebutnya ‘In Dead She Soared’. Beberapa tabloid mencapai tiras tertinggi setelah mengulas tragisnya sang bintang yang mati muda.
Gilanya, mobil yang ditumpangi saat kecelakaan pun dilelang dan ditebus seorang penggemar dengan angka 100 juta. Sebuah nominal yang amat tinggi pada zamannya. Dan, yang membuat nama Nike benar-benar layak dianggap sebagai bintang, lahirlah Nika Ardila fans club yang setia menziarahi makamnya tepat saat ulang tahun dan hari kematian. Bahkan, 19 Maret 2010 lalu, pada peringatan 16 tahun kematian penyanyi Mama Aku Ingin Pulang ini, penggemar yang datang dari luar negeri pun masih rela mendoakan dan menyambangi rumah abadinya.
Ya, meski mati muda, Nike masih berjaya. Sepanjang kariernya yang singkat, ia telah membukuka total menjualan album lebih dari 25 juta keping. Video klip Sandiwara Cinta merupakan videoklip terakhir yang dibintanginya. Oleh Rizal Mantovani, sang sutradara, klip yang digarap 10 hari sebelum kematiannya, dijadikan video dukumenter.
Yang menarik..Nike selalu mengadu kepada Tuhan. Dari situ bisa diketahui, si Neng sebetulnya ingin selalu berada dekat dengan Tuhan.Ini sejalan dengan ucapan Ny.Nining,ibunda Nike, “ Si Neng itu taat sembahyang”
Ketika di wawancarai di bilik penginapannya di Malaysia di penghujung 1994, Nike ardilla belum puas atas semua kesuksesannya. Dia berhasrat mendirikan sebuah sekolah agama (pesantren Nur Ardilla) selain juga mengikuti les Bahasa Inggris dan Jepang. Pada ketika itu Nike baru 3 bulan mengikuti kursus Publick Relation, yg diharap dpt menjadi aset mewujudkan kedekatannya dgn penggemar. Dia juga berandai-andai ingin menjadi menteri meski ia tergolong artis mewah. “Saya ingin menjadi menteri yg ada kaitannya dgn masyarakat. Tidak salahkan artis punya cita-cita begitu kerana ia katakan terbanglah jika kita tidak sampai ke bulan paling tidak kita akan terjatuh diantara bintang-bintang, pertahankan ” katanya.
Dlm kesibukannya sbg artis sebisa mungkin dia mahu menjaga sholat lima waktu. Ketika promosi peluncuran album Duri terlindung, seharusnya bermula jam 3 petang tapi dilewatkan ke jam 3.30 kerana Nike mau Sholat Djuhur dulu. Ini disebabkan pesawat yg ditumpangi Nike dari Singapura terlambat tiba. Suatu ketika setelah selesai memberikan sepatah kata, Nike bertanya pada penulis dimana letaknya Surau. Ketakwaannya itu jelas kerana sehelai sejadah yg senantiasa dibawanya.
Hidup dan mati seseorang pada kuasa Allah, semua yang hidup pasti akan kembali kpd sang penciptanya,di balik kejadian dan di balik musibah itu ada hikmah yang mendalam,mungkin saja Alloh itu sayang kepada Almh Nike dan pada saat kejadiaan yang yang merengut nyawanya itu sudah takdir dari Allah, Almh Nike sedang mencari rizki untuk keluarganya walaupun melalui jalan YANG HARAM yaitu menjadi artis mendedah aurat, namun Tuhan bekendak lain di tahun 1995 Almh harus pergi untuk selamnya, mestinya kita mendoakan beliau dengan ikhlas dan memaafkan segala kesalahannya,justru fitnah itu sangat kejam dari pada pembunuhan
Majalah Forum Keadilan  pernah mewawancarai Nike beberapa bulan sebelum peristiwa tragis itu terjadi. Nike ditemui disela-sela syuting sinetron Trauma Marisa di Bilangan Utan Kayu, Jakarta Timur.
Waktu itu wajah Nike nampak pucat dan suaranya serak. Katanya ia sedang flu dan sariawan.
Sri Raharti dari majalah Forum dalam awal pertanyaannya adalah sekitar hobby Keke ke diskotik.
Nike menjawab bahwa orang-orang yang mengatakannya itu adalah sirik saja. “Mentang-mentang Keke artis, terus Keke gak boleh main ke disko? Gue kan masih muda,” kilahnya
.
Nike menolak tuduhan kalau ia pergi ke disko hampir tiap malam. Paling kalau lagi suntuk, stress sehabis syuting, ia main ke diskotik. “Buat ngilangin stress dan ketemu teman. Pokoknya cari suasana lain, Gue nggak munafik,” kata Nike.
Keke menjelaskan tentang suaranya nggak bagus lagi,gara-gara banyak merokok dan suka teler. Waktu ia manggung di Surabaya, dimana ia lagi batuk, jadi suaranya serak
.
Tadinya ia mau menunda konser itu, tapi sudah kepalang dijual karcisnya, jadi terpaksa keke nyanyi. Memang suaranya nggak bagus, tapi bukan karena teler. “Enak saja orang bicara. Kalau Nike suka merokok, lantas dianggap melanggar hukum. Artis lain juga suka minum, merokok, kok nggak diomongin?”tangkisnya.
Hanya Tuhan Yang Tahu

Soal tidak pernah menjelaskan hal ini, Nike menganggap tidak perlu. Biarin orang bicara. “Yang tahu bagus jeleknya Keke, Cuma Tuhan. Soal orang-orang ngomongin yang nggak-nggak, emangnya Keke pikirin?”katanya. Nike merasa tidak terganggu dengan omongan itu, apalagi dengan karirnya. Buktinya tawaran sinetron tetap banyak. Dalam sinetron, Keke selalu mendapatkan peran sebagai orang yang baik. “Kali tampang gue tanpa dosa,” komentarnya terkekeh-kekeh.

Gaya Nike yang dianggap Vulgar
Menyinggung tentang gaya Keke di majalah Utusan Radio dan TV Malaysia (URTV) dianggap terlalu vulgar, Nike berkomentar, bahwa ia nggak begitu mengerti tentang tuduhan itu. Menurut Nike baju yang dipakai itu biasa-biasa saja. Nike pakai celana pendek. Biasanya juga kalau lagi show, Nike suka pakai kostum semacam itu. “Masa gara-gara pakai baju itu,saya terus dibilang Bom-Sex, ih.amit-amit!.”
Adapun banyak pose Keke yang nada berani di beberapa majalah,ia balik bertanya. “Memangnya nggak boleh? Namanya juga anak muda. Keke kan model, jadi harus professional. Kalau kita punya badan bagus kan wajar ingin menampilkannya sama orang lain. Kayak Marilyn Moenroe gitu, ha…ha…ha …,” katanya terbahak.
Keke memang suka banget dengan Marilyn Moenroe, bintang terkenal Hollywood yang tewas menenggak pil tidur berlebihan, ketika ia dalam puncak ketenarannya.
Dia menjadi idola Keke, sampai poster-posternya menyolok menghiasi kamar tidur Keke. Nike tidak pusing atas keberatan dari orang-orang karena pose-posenya tubuhnya yang dianggap menyolok . Malahan katanya, itu lebih bagus, sebab sudah lama ia tidak diomongin orang.
Pokoknya,ia katanya sudah bekerja keras dan bagus,juga nggak merugikan orang lain. Hasil yang didapat Nike dari karya-karyanya itu, ia belikan tanah dan mobil, ada juga tabungan. Yang menangani manajemen kegiatannya adalah ayahnya sendiri. Maunya Nike mencari manajer yang seperti di luar negeri. Tapi di Indonesia, nggak ada manajer kayak gitu katanya. “Kita yang kerja keras, mereka malah nyomotin hasilnya.”
Kalau karya-karya Nike sudah tidak laku lagi,berarti ia tidak popular lagi.Bila sudah demikian maka Nike akan kawin saja.
Sebenarnya Keke ingin sekolah lagi. “Maunya ngambil jurusan hukum, tapi katanya susah. Malah ada temen Keke yang saking kesalnya ngapalin buku, terus buku itu dibakar,hahahahhaha.”
Mestinya kita menggenang kebaikkannya juga jiwa sosial yang sangat tinggi karena baiknya juga ketulusannya Almh di panggil Allah karena Allah sayang kepadanya.
biarkan nike beristirahat dengan tenang. cukuplah kita mengenang akan semua kebaikannya dan berdo’a untukny semoga Allah memberi tempat terbaik di sisiNya. amin…!!!
Selamat jalan teman…damai selalu bersamamu.
.
ATUN KAWAN AKRAB NIKE ARDILA
Atun sebagai puteri bungsu (ketujuh) dari Suranto (54) dan Letda I Pol. Marsinem (52) adalah berangkat dari keluarga sederhana dan badannya subur. Selintas mirip Atun-nya sinetron Si Doel Anak sekolahan. Bukan saja badannya kayak cowok, namun suaranya berat seperti cowok.
Tempat tinggal Atun tak jauh dari Nike.. la hidup numpang di rumah kakaknya di Flat Sarijadi elok D lantai 2 No. 92, Bandung.Nike sering main di rumahnya Atun. Atun dan Nike memang seakan tak bisa dipisahkan. Sehingga wajar saja kalau banyak kenangan yang tentu sulit dilupakan Atun.
Kalau Nike pulang dari luar negeri, ia selalu membawa oleh-oleh buat Atun, seperti: parfum, pakaian, sepatu atau jam tangan.
Semua pemberian Nike itu masih disimpan baik, sebagai bukti kesetiaan persahabatan mereka. Semua hadiah itu tak pernah diminta Atun, Nike sendiri yang dengan ikhlas memberinya. Sejak jadi sekretaris pribadi Nike, pendapatan Atun cukup lumayan, meskipun ia tidak digaji tetap. “Waktu lebaran Atun diberikan uang sebesar Rp.600.000,” ungkap Atun.
Atun baru tahu kalau Nike telah meninggal dunia, dua hari setelah peristiwa itu terjadi. Yang memberitahu justru fans Nike, bukan dari keluarganya atau keluarga Nike. Mereka berusaha untuk menyimpan rahasia itu sampai Atun sehat benar. Mendengar berita ia kaget dan seakan tidak percaya. Lalu ia menangis.
ATUN: “UNTUNG SAYA TIDAK KEHILANGAN IDENTITAS”
Sosok Sofiatun Wahyuni atau Atun,yang beberapa tahun lalu ( Thn.1995-an),selalu diuber uber wartawan.Atun jadi terasa “mahal” kala itu,karena ialah orang terakhir bersama Nike,sebelum Honda Genio D 27 Ak yang mereka tumpangi menamatkan hidup Nike.Waktu itu Atun yang jadi asisten pribadi almarhumah.
“Banyak wartawan yang cuman mengarang
cerita bohong demi kenaikan oplah
.Bahkan foto orang lain pun dipasang di cover
dan dinyatakan diri saya.Yang benar saja,” kenang Atun sinis.
Dimana Atun sekarang dan jadi apa setelah Nike “sang patron” sudah tak ada?
Gadis asal Yogyakarta bertubuh gemuk ini,memang masih tinggal di Bandung.Tapi hidupnya banyak berubah sejak 19 Maret 1995.” Saya sekarang belajar fotografi di jalan Riau,”Atun memberi tahu.Jelas sudah tak ada wartawan yang mencerewetinya dan tak ada lagi fotonya di media cetak.
Sepertinya Atun punya “harga” ketika berita mengenai Nike masih laku dijual,dan tidak diperdulikan ketika ada berita lain yang lebih hangat.
Menyesalkah Atun? ” Menyesal sih tidak,”jawab Atun dengan suara yang berat.Atun hanya mengherankan ketidak etisan banyak orang. “Sekarang saya tidak mengharap dianggap penting,cuma mengapa dulu mereka tega betul memburu saya tanpa memikirkan perasaan saya?” Atun mencoba menguraikan isi hatinya.Padahal dulu,Atun mengalami guncangan hebat.
Pertama,ia mengalami luka fisik dan baru selesai dirawat di RS.Santo Yusuf.Kedua,Atun masih belum percaya sahabatnya sudah meninggal dengan cara yang demikian tragis.Dalam kondisi selemah itu,Atun dikejar dan kemudian,karena banyak yang tak dapat menemuinya,Atun terpaksa harus membaca berita miring mengenai Nike yang dikaitkan dengan dirinya.
Meski banyak yang hingga kini tak berkenan dihatinya sehubungan dengan cara orang orang menghadapi kematian Nike,Atun Cuma bisa pasrah. “Untung saya tidak sampai kehilangan identitas,meski nama saya selalu diidentikan dengan nama Nike.Waktu itu seolah saya ada karena Nike.Padahal saya kan saya,punya kelebihan dan kekurangannya sendiri,” urai Atun.
Diluar keinginan dan tekadnya untuk mandiri sebagai Atun yang bukan sekedar orang terakhir di samping Nike,Atun mengakui peran besar Nike dalam dirinya.
“Susah membayangkan bagaimana Nike artis yang cantik
dan laris,mau berteman dengan saya
yang bukan dari golongannya.
Itulah kelebihan Nike:baik hati.
Apa sih yang ngak dia kasih ke saya dan teman teman,
meski kita nggak pernah minta?” tutur Atun.
Sekian lama bersahabat,baik Atun dan Nike tahu betul perangai masing masing.
Menurut Alan sang Abang kandung Nike, semasa hidup Nike tergolong tipe orang dewasa. Padahal umurnya di bawah saya. Malah bisa dibilang dia itu lebih dewasa dari saya. Mungkin ini karena dia bergaul dengan banyak orang. Nike juga sering mengajarkan saya bersosialisasi. Baru setelah dia meninggal, saya menyadari ilmu yang diajarkan itu ternyata sangat berguna, papar Alan. Di mata sang ibunda, Nike tergolong anak yang sangat manja. Maklumlah ia anak bungsu dan satu-satunya anak perempuan. Saking manjanya, walau sudah cukup dewasa, Nike tidur bersama kedua orangtuanya. Nike juga tipikal gadis pemurah. Kepada siapapun ia sering memberi. Apalagi pada orangtuanya
makam_nike21.jpg
.
Kematian
Pada tanggal 19 Maret 1995, kurang lebih pukul 06.15 pagi Nike Ardilla tewas dalam sebuah kecelakaan tunggal. Mobil Honda Civic berwarna biru metalik plat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah di jalan RE. Martadinata. Diperkirakan Nike tewas seketika, tetapi saksi yang berada disekitar lokasi kecelakan menuturkan Nike belum meninggal saat kejadian, baru dalam perjalanan ke rumah sakit Nike meninggal. Nike mengalami luka parah di kepala dan memar-memar di dadanya.
Nike yang saat itu bersama manajernya, Sofiatun, baru saja kembali dari diskotik Polo. Isu-isu negatif seputar kematiannya berkembang diantaranya menyebutkan bahwa Nike mengendarai mnbil dengan keadaan mabuk, tapi kemudian kabar itu dibantah keras oleh pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu. Sofiatun mengatakan Nike hanya meminum orange jus.
Hasil visum polisi menyebutkan tidak menemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike. Laporan resmi mengatakan bahwa waktu kejadian adalah pukul 06.15 pagi. Nike Ardilla dimakamkan pada sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemarnya beserta para artis ibukota. Kematiannya menghebohkan dunia hiburan Indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman Nike Ardilla.

Sabtu, 04 Juli 2009

SELESAIKAH KASUS BINTANG?

 
Selain menuntaskan kasus kecelakaan yang dialami almarhumah Nike Ardilla,pihak kepolisian dan kejaksaan sebenarnya masih menangani perkara tuduhan penganiayaan yang dilontarkan kepada sang bintang itu dikala ia masih hidup. Namun berhubung Nike Ardilla telah tiada,maka secara hukum segala tuntutan yang bersifat pidanya kepada dirinya,gugur atau batal dengan sendirinya.
Kapolresta Bandung Tengah Let.Kol.Pol. Ade Rahardja maupun Kajari Bandung,menegaskan penyidikan kasus Nike Ardilla tidak akan diteruskan ke meja hijau dan dianggap selesai. �Berhubung Nike telah meninggal dunia,maka dengan sendirinya tuntutan hukum yang akan dijatuhkan kepada artis ini di pengadilan otomatis gugur dengan sendirinya,� kata sebuah sumber di kejaksaan Negeri Bandung.
Nike terdaftar sebagai tersangka sehubungan dengan kasus penagniayaan dan obat-obat terlarang.Perkaranya kini sudah masuk PK-1. Waktu itt penyidikan perkara itu oleh polisi dimulai tanggal 24 Desember 1994,namun pada tanggal 6 Januari 1995 berkas perkara yang sudah diserahkan kepada kejaksaan itu dikembalikan lagi kepada pihak kepolisian,karena masih ada kekurangan-kekurangan dan hingga sekarang belum diserahkan lagi kepada Kejaksaan Negeri Bandung
.
Demikian hingga saat ini nama baik Nike masih tetap bersih dan dianggap tidak bersalah,ujar Himawan Keswara.SH.(Kassie Tindak Pidana Umum).
Nike Ardilla tentang kasusnya
Kasus penganiayaan yang dituduhkan kepada almarhumah Nike Ardilla itu,sebenarnya muncul menurut Nike (ketika ia masih hidup) sudah selesai. Ia kaget ketika tiba-tiba koran-koran di Bandung dan Jakarta memuat berita bahwa berkas perkara itu katanya sudah dilimpahkan dari Polda Jawa Barat ke Kejaksaan Negeri Bandung,tutur Nike kepada Tabloid Nova tanggal 28/11/1994 beberapa tahun yang lalu
�Saya kaget sekali sewaktu diberitahu kakak saya.Begitu pula waktu saya membaca berita di koran Jakarta,� tutur Nike. Dikatakan Nike,ia sendiri sudah nyaris melupakan kejadian itu.�Peristiwanya kan sudah lama terjadi,dan waktu itu juga masalahnya sudah selesai kok,� cetusnya setengah tak percaya.
Kendati demikian, penyanyi dan bintang sinetron terkenal ini tak keberatan menceritakan kembali peristiwa itu. �Kejadian memang betul bulan April tahun 1994 yang lalu,ketika saya sedang jalan-jalan ke Singapura,�katanya. Saat itulah lanjut Nike,�Saya dengar kabar dari kawan-kawan saya,kartu ATM saya diambil Dewi.� Dewi ini menurut Nike adalah kawan dekatnya. �Kampusnya dekat rumah saya di Bandung.Jadi,ia sering mampir ke rumah.� Setelah itu Nike dapat kabar lagi kartunya sudah diambil balik sama Atun yang juga teman baik Nike.�Si Atun mengambilnya dari dompet Dewi,waktu dewi sedang mandi,�tuturnya.
Begitu Nike pulang ke Bandung dia pun menanyakan kebenaran cerita itu kepada Dewi,yang kebetulan sedang main ke rumah Nike. �Tapi dia nggak ngaku,padahal menurut Atun,kartu itu diambil dari dompetnya Dewi.Sebenarnya,saya sendiri juga nggak tahu,apa maksud Dewi mengambil kartu itu.Toh dia pun nggak bisa menggunakannya,� ujar Nike yang mengaku tak begitu mempermasalahkannya lagi
Saling tampar
Soal kartu masih belum kelar.Karena ternyata ada satu lagi kawan Nike,namanya Cika,yang kabarnya merasa kartunya diambil Dewi.Kebetulan berbarengan dengan kepulangan Nike.Cika meneleponnya.
�Dia bertanya apakah Dewi ada di rumah saya.Kayaknya sih Cika lagi kesal sama Dewi,dan ngomel nggak karuan.Jadi,saya suruh aja dia ngomong sendiri sama Dewi.� Tak lama kemudian,Dewi ditemani Atun dan Nike pergi ke rumah Cika.Dari situ,mereka bersama ke rumah Ria,yang juga teman Nike. Ternyata,di rumah Ria ini,Cika dan Dewi malah ribut. �Entah apa masalahnya,saya nggak tahu persis,� kata Nike.Mungkin,dugaannya,�termasuk juga soal kartu Cika yang diambil Dewi.�
Semula,Nike mengaku tak begitu ambil pusing. �Tapi lama-lama saya kok juga disangkut-sangkutin dalam pertengkaran itu.Dari situlah,saya jadi yakin,dibelakang saya Dewi sering menjelek-jelekkan nama saya,�papar Nike.
Diakui sebelumnya ia memang sudah sering mendengar omongan,Dewi sering menjelekan dirinya.Keributan Dewi-Cika,kata Nike ternyata makin seru.saking ramainya,�mereka berdua sampai saling tampar.� Melihat itu,Nike ikut kesal.Begitu emosinya,Nike spontan menegur Dewi,�Kamu ini gimana sih?Mau nggak kamu saya gampar?� Tak diduga-duga lanjut Nike,�Dewi langsung menjawab,digampar saja!� Makin panaslah Nike,tanpa sadar tangannya melayang ke pipi Dewi.�Tapi itu nggak keras.Namanya juga sama teman.Nggak ada bekasnya,kok.Lagi pula,saya kan sudah minta izin,kenapa dia ngasih?�
Pengaduan sudah dicabut
Sepulang dari rumah ria,Nike menganggapnya sudah kelar.Menurutnya semua itu hanya ribut-ribut anatara teman sepermainan. �Eh,tahu-tahu saya dipanggil polisi.Disana,saya pun terangin kejadian sebenarnya.Polisi malah Cuma tertawa,� tutur Nike.
Sepulang dari polisi,Nike pun menemui Dewi.�Saya tanya,kenapa bisa begitu? Ternyata kata Dewi,pengaduannya sudah dicabut.Yah sudah,kami pun baikan lagi.Malah,setelah itu,kami sudah jalan bareng lagi.Kami pun menganggap masalahnya sudah selesai.�
Karena itulah,lanjut Nike�.Nike kaget bukan kepalang ketika mengetahui kasus itu masih terus berlanjut.�Rencananya sih,saya mau pulang ke bandung untuk mencari tahu,apa yang sebenarnya terjadi.Lagi pula,yang ribut pertama,kan bukan saya,tapi si Dewi dan Cika.Kok malah saya yang kena?Yah mungkin karena saya artis,jadi masalahnya kelihatan besar.�
Ketika ditanya bagaimana seandainya kasus ini berlanjut sampai ke pengadilan.Nike mengatakan,belum berfikir sejauh itu.� Nggak kebayang,saya musti berbuat apa.Tapi saya yakin kok,saya sama sekali nggak bersalah.Bukankah saya sudah minta izin sebelumnya?�tandas Nike sekali lagi
.
Kematian
Pada tanggal 19 Maret 1995, kurang lebih pukul 06.15 pagi Nike Ardilla tewas dalam sebuah kecelakaan tunggal. Mobil Honda Civic berwarna biru metalik plat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah di jalan RE. Martadinata. Diperkirakan Nike tewas seketika, tetapi saksi yang berada disekitar lokasi kecelakan menuturkan Nike belum meninggal saat kejadian, baru dalam perjalanan ke rumah sakit Nike meninggal. Nike mengalami luka parah di kepala dan memar-memar di dadanya.
Nike yang saat itu bersama manajernya, Sofiatun, baru saja kembali dari diskotik Polo. Isu-isu negatif seputar kematiannya berkembang diantaranya menyebutkan bahwa Nike mengendarai mobil dengan keadaan mabuk, tapi kemudian kabar itu dibantah keras oleh pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu. Sofiatun mengatakan Nike hanya meminum orange jus.
Hasil visum polisi menyebutkan tidak menemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike. Ada kesimpangsiuran tentang waktu kematian Nike Ardilla, menurut saksi kejadian itu terjadi pukul 3 pagi, tapi saksi lain mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pukul 5.45 pagi, laporan resmi mengatakan bahwa waktu kejadian adalah pukul 06.15 pagi. Nike Ardilla dimakamkan pada sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemarnya beserta para artis ibukota. Kematiannya menghebohkan dunia hiburan Indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman Nike Ardilla.
Menurut Atun yang bersama Nike berada di mobil itu, dalam perjalanan pulang Nike mengendarai mobil itu dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Mobil Nike berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah di kantor Usaha Pribadi di jalan RE. Martadinata, dan Nike menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Yg pasti, almarhumah jelas tidak mabuk karena kalau kita menyetir nonstop dari Jakarta menuju Bandung lewat Bogor – Puncak – Cianjur (belum ada jln Tol Cipularang) dan lelah karena pulang kerja, ditambah di Bandung harus menemui teman2, maka kelelahan akan menimpa siapa saja meski seorg laki2, apalagi seorg perempuan. Semoga amal ibadah almarhumah Nike Ardilla diterima ALLAH SWT dan segala kesalahannya diampuni ALLAH SWT, amien.
Kalau versi desas-desus,tak pelak lagi mulut-mulut usil pun segera melayangkan tudingan adanya keterlibatan Cucu Soeharto.Cuma karena waktu itu Soeharto sangat kuat,maka pers pun tidak berani berspekulasi. Anehnya sejumlah artis yang pernah menggunjingkannya pun ,semuanya ikut tutup mulut. Lalu apa tanggapan Ibunda Nike ketika Enno Sigit sering disebut-sebut sebagai faktor penyebab kematian Nike? �Iya banyak yang bilang begitu,tapi itu mungkin sudah taqdir saja.Sudah takdir Nike begini.Mungkin Ibu terlalu sayang sama dia ya.Mungkin sama Tuhan diambil dari saya.Sekarang mau gimana,sudah takdir kan?� ujarnya dengan nada rendah dan menangis sesenggukan

NIKE TEWAS SETELAH dituduh REBUT PACAR ENNO SIGIT ??

 Cucu Soeharto,Enno Sigit,pernah memergoki kekasihnya,Tommy Nasution berkencan dengan Nike Ardilla.Esoknya beredar kisah kalau Enno menodongkan pistol ke muka Nike Ardilla.Tetapi sepekan kemudian,anehnya,ketika ia diberitahu kalau Nike Ardilla ditemukan tewas kecelakaan,Enno yang kemudian bermukim di London itu menjawab pendek : �Tapi bukan aku lho,� Lalu siapa?
Pergunjingan cucu Soeharto bernama Enno Sigit terlibat dibalik kematin Nike Ardilla beredar lagi dibalik haul 5 tahun kematian pelantun Seberkas Sinar di Bandung pekan silam.
Ini karena kematian Nike pada 19 Maret 1995 hingga sekarang tergolong misterius.Inilah yang memicu kasak-kusuk.Bahwa dibalik kematian Nike Ardilla,sebenarnya tersimpan �skandal cinta segitiga� yang sungguh mengerikan antara Nike Ardilla-Enno Sigit dengan seorang perwira muda. Ditenggarai persoalan skandal inilah yang menjadi penyebab kematian Nike.Bagaimana kisah skandal itu?
Begini.Sebelum Nike Ardilla tewas,ia ternyata terlibat skandal asmara dengan pacar Enno Sigit.Namanya Tommy Nasution,perwira AU yang juga putra mantan Gubernur Sumatra Utara Khairudin Nasution. Ramon Tommy Benz sahabat dekat Enno menuturkan,jalinan asmara Enno dengan Tommy berjalan sekitar 6 tahun.Karena itu,terlalu berani sebenarnya bila Nike Ardilla merebut Tommy Nasution dari Enno. Namun,nah sial banget Nike Ardilla. �Waktu itu saya dan Enno datang dan lihat sendiri kemesraan Nike dengan Tommy,Enno memang tidak marah,tetapi dari raut mukanya jelas ia tidak suka,� kata Ramon. Maka,biarpun tak bergejolak,sebenarnya persaingan Enno dan Nike Ardilla dalam memperebutkan Tommy Nasution seperti api dalam sekam.Akhirnya kemarahan Enno semakin sulit dibendung ketika ia mendengar kalau Nike nekat memamerkan Tommy ke kalangan selebriti di Jakarta. Sebagai cucu (waktu itu) Presiden Soeharto-yang waktu itu masih sangat kuat- adalah aib kalau dipermalukan,apalagi Cuma urusan cowok.Anehnya,Nike Ardilla terkesan sengaja melecehkan Enno.Akibatnya pergunjingan cinta segitiga Enno-Nike-Tommy pun menjadi pembicaraan kalangan selebriti Jakarta.
Maka,entah benar atau tidak,segera terdengar desas-desus kalau Enno Sgit habis �mempermak� Nike Ardilla.Tepatnya terjadi di M Club Diskotek,Blok M Jakarta Selatan.Digambarkan Enno menodongkan pistol ke muka Nike Ardilla.Kontan sang artis rebah.Pingsan.
Ribut-ribut di M Club itu pun tak pelak lagi jadi pergunjingan dan perdebatan mengenai benar tidaknya.
Enno Hijrah Ke London
Boleh jadi Nike Ardilla ataupun Enno Sigit sudah melupakan pertikaian itu.Ini karena Enno harus hijrah ke London untuk belajar mode.Namun di sinilah anehnya.Saat Enno di London diberi tahu kalau Nike Ardilla diketemukan tewas menggenaskan di Bandung,serta merta Enno menjawab cukup aneh : �Tapi bukan saya lho,� Lalu siapa?
Album ini diproduksi oleh Bintang Dirgahayu dan diedarkan oleh Oxavia Record pada bulan Desember 1992 dalam rangka mengumpulkan dana bagi koban bencana alam Gempa Bumi Flores yang terjadi pada Bulan Desember 1992. Dalam album ini Nike membawakan 1 lagu yaitu lagu : Nuansa Gadis Suci yang merupakan soundtrack film dengan judul yang sama. Dengan memiliki album ini, berarti telah menyumbang dan hasil dari seluruh penjualan kaset ini akan disumbangkan guna meringankan beban bencana alam flores melalui PMI DKI.
.
Kemudaan usia, sama sekali tidak mengharamkan kematian yang tak terduga !!!
Hari itu 19 Maret 1995 sekitar pukul. 06.00 WIB, pesawat telepon dikediaman pasangan R. Eddy Kusnaedi Nining Ningsihrat berdering. Di ujung sana, seseorang yang mengaku petugas polisi memberi sebuah kabar. Anak ibu, Nike Ardilla, mengalami kecelakaan. Sekarang, ia berada di Rumah Sakit, kata si polisi
.
Kalau punya persoalan apa pun,dia lebih senang mencurahkannya di buku harian.Mungkin,karena dia tidak ingin kami ikut susah. Atas dasar itu pula,keluarga Nike merasa kecewa,karena masih ada saja media massa yang mengorek-ngorek keburukan Nike
Pada tanggal 19 maret 1995 kurang lebih pukul 06.15 pagi nike ardilla tewas dalam sebuah kecelakan tunggal. Mobil Honda genio berwarna biru metalik, nomor D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah di jalan Jl. E. Martadinata nike tewas seketika tetapi saksi yang berada disekitar lokasi kecelakan menuturkan nike belum meninggal saat kejadian, baru saat dalam perjalanan ke rumah sakit nike meninggal, nike mengalami luka parah di kepala dan dadanya. nike yang saat itu bersama sahabatnya sofiatun baru saja kembali dari diskotik polo, isu-isu negatif seputar kematiannya berkembang diantaranya menyebutkan nike mengendarai mobil dengan keadaan mabuk tapi kemudian kabar itu dibantah keras oleh pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu sofiatun mengatakan nike hanya meminum orange jus, hasil visum polisi menyebutkan tak menemukan kadar alkohol dalam tubuh nike.
Ada kesimpangsiuran tentang waktu kematian nike ardilla, menurut saksi kejadian itu terjadi pukul 3 pagi tapi saksi lain mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pukul 5.45 pagi, laporan resmi mengatakan waktu kejadian pukul 06.15 pagi.Nike ardilla dimakamkan sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemar dari seluruh indonesia , juga para artis ibu kota. Kematiannya menghebohkan dunia entertainment indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman nike ardilla
Kata polisi, Nike ada di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Saya bilang, saya barusan dari sana, tapi nggak ada. Akhirnya dengan berat hati ia mengatakan bahwa Nike sudah meninggal. Karena itu ia tidak dibawa ke UGD. Mendengar itu saya langsung lemas, papar Alan dengan mata berkaca-kaca.
Keluar dari Polres, Alan bertemu dengan ayahnya dan kakaknya. Ia dan papi-nya lalu menuju RS Hasan Sadikin. Sampai di kamar mayat, mereka terkejut dengan banyaknya orang yang mengerubungi kamar mayat. Nining yang semula pingsan, lalu tersadar ketika berada di rumah sakit. Di hadapan saya ia terbaring dengan kepala penuh luka dan dada memar, kenang Nining lirih.
Kabar kematian Nike kemudian meluas. Banyak fans yang menyampaikan rasa duka dengan datang langsung ke rumah Nike. Ketika jenazah Nike dibawa pulang, sepanjang jalan ke rumah saya melihat banyak orang, mereka seperti berbaris, kenang Alan lagi. Rumah keluarga Nike juga dipadati penggemar. Bayangkan, rumah yang sebegitu kecil dihuni sekitar 200-orang. Mereka bukan keluarga. Mereka itu penggemarnya Nike. Akibatnya rumah jadi sesak, lontarnya lagi.
Soal kabar kecelakaan yang menimpa Nike lantaran menyetir dalam kondisi mabuk, Alan tak mempermasalahkan itu. Bagaimana orang tidak berpersepsi negatif? Sebelum kecelakaan itu terjadi Nike bolak balik masuk diskotek, ujar Alan. Makanya untuk menepis dugaan itu, keluarga melakukan otopsi. Hasilnya, Nike tak terbukti dalam pengaruh obat- obatan atau minuman keras.
Bak kata pepatah, semakin tinggi pohon, semakin kencang angin bertiup. Dia mulai diterpa banyak gosip. Ada kabar yang mengatakan Nike pencandualkohol, obat terlarang, dan lesbianisme. Menghadapi gosip itu, cewek yang sampai akhir hayatnya tak bisa mengabulkan cita-cita mendirikan madrasah dan menunaikan ibadah umrah ini, tetap tegar
.
Sepeninggal Nike Ardilla tanggal 19 Maret 1995 yang lalu, disamping pemberitaan yang terbit di berbagai media masa seputar kecelakaan yang merenggut nyawa artis kenamaan tersebut, ada sedikitnya 4 buku yang beredar di pasaran buku Indonesia yang mengulas mengenai Nike Ardilla secara detail, mulai dari cerita masa kecil, perjalanan karir, peristiwa kecelakaan, peristiwa setelah Nike dimakamkan, sampai mengenai NAFC (Nike Ardilla Fans Club).
4 Buku tersebut adalah : Nike Ardilla Sang Idola (Masheri Mansyur, Penerbit : YPN, 1995), Perjalanan Karier dan Rahasia Sukses Nike Ardilla (Armo Arief, Penerbit: PT. Grafitri & Yayasan Nike Ardilla, Desember 1995), Napak Jejak Sang Mega Bintang Nike Ardilla (Armo Arief, Penerbit: PT. Dharma Kwarta Jayadani, Desember 1996), dan Nike Ardilla (di Balik Tragedi Bintang Kehidupan) penyusun; Soekitjo JG & Abdullah Lahay, 1996.
Inilah resensi mengenai ke-4 buku tersebut.
1. Nike Ardilla Sang Idola (Masheri Mansyur, Penerbit : YPN, 1995)
Buku berukuran 14 X 21 cm ini bercover warna hitam dengan 5 foto Nike menghiasi sampul depan dan foto si penulis yang berpose bersama A. Riyanto dan Rinto Harahap di cover belakangnya.
Buku dengan tebal 250 halaman ini mengulas M`sa Kecil, Karir dan Akhir Kehidupan Nike Ardilla, Nike dan kenang – kenangan manis, Perhatian luar biasa terhadap SLB Yayasan Wawasan Nusantara, dan meliput 40 hari wafatnya Nike Ardilla
Penulis menceritakan masa kecil Nike yang digambarkan sebagai seorang bocah yang kecil, gemuk dan montok sampai kemudian menjelma menjadi seorang superstar dengan karir yang melejit bak meteor. Lika liku karier Nike pun dibahas disini meskipun tidak secara mendetail.
Yang menjadi nilai plus buku ini adalah menceritakan musibah kecelakaan secara sangat mendetail yang dirangkum dari berbagai sumber. Bahkan detik-detik saat terjadinya kecelakaan dijelaskan secara kronologis dari jam ke jam. Penggambaran ini diperkuat dengan penjelasan dari Kapolresta Bandung Tengah, kesaksian Atun, keterangan dari beberapa saksi mata, bahkan pernyataan Kapolresta Bandung Tengah bahwa Nike Ardilla mengalami kecelakaan tunggal.
Buku ini juga mengulas pidato Mensegneg Moerdiono pada saat perayaan HUT ASIRI (Asosiasi Industri Rekaman Indonesia) ke � 17 yang diselenggarakan di Hotel Grand Hyatt Indonesia pada tanggal 28 Maret 1995.
Diakhir buku, ditulis juga beberapa syair lagu Nike yang sangat popular seperti Sebekas Sinar, Sandiwara Cinta, Bintang Kehidupan, Biarlah Aku Mengalah, Mama Aku Ingin Pulang, Matahariku dan Nyalakan Api. Yang lebih unik lagi di bab akhir dimuat beberapa makanan kesukaan Nike Ardilla lengkap dengan resep dan cara membuatnya. Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi foto-foto Nike semasa hidupnya dan foto-foto saat penguburan Nike serta peringatan 40 hari wafatnya Nike.
2. Perjalanan Karier dan Rahasia Sukses Nike Ardilla (Armo Arief, Penerbit: PT. Grafitri & Yayasan Nike Ardilla, Desember 1995)
Buku setebal 80 halaman ini memiliki cover yang bila dilihat sekilas seperti cover buku TTS (Teka Teki Silang). Meskipun demikian buku ini sangat gamblang menceritakan perjalanan karir Nike Ardilla di blantika musik Indonesia dan mancanegara (Malaysia, Singapura dan Bangkok).
Dengan kelebihannya sebagai seseorang yang sering terlibat dalam kegiatan Nike Ardilla dari tahun 1985 sampai 1990, penulis mencoba menceritakan perjalanan karir Nike dari nol sampai menjadi artis yang sukses yang didiolakan oleh berjuta penggemarnya.
Kisah perjuangan Nike, keluarga Nike dan para pemandu bakat yang ada dibelakang Nike untuk mengorbitkan Nike sangat luar biasa. Demikian juga dengan kegiatan-kegiatan Nike yang jarang diliput media masa seperti mengunjungi beberapa pondok pesantren diceritakan pula disini.
Penulis juga menceritakan proses rekaman dan tour show Nike di beberapa daerah di Indonesia dan di luar negeri dengan gaya penulisan yang mudah dimengerti dan enak dibaca. Buku ini juga dilengkapi dengan foto-foto Nike, sebagian diantaranya dicetak full colour.
Buku ini diakhiri dengan sekilas petristiwa meninggalnya Nike, Acara doa bersama, show amal untuk Yayasan Nike Ardilla dan keinginan penulis agar NAFC (Nike Ardilla fans Club) tetap dipertahankan.
3. Napak Jejak Sang Mega Bintang Nike Ardilla (Armo Arief, Penerbit: PT. Dharma Kwarta Jayadani, Desember 1996)
Setahun setelah menulis buku Perjalanan Karier dan Rahasia Sukses Nike Ardilla, Armo Arief kemudian menulis kembali buku yang berjudul Napak Jejak Sang Mega Bintang Nike Ardilla.
Buku berukuran 20 X 20 cm ini mempunyai tebal 140 halaman. Isinya lebih padat dan lengkap dibandingkan dengan buku terdahulu. Buku ini juga lebih banyak memuat foto-foto bersejarah Nike.
Tujuan diterbitkannya buku ini menurut penulis adalah untuk memenuhi kerinduan para penggemar Nike, juga untuk napak jejak Nike yang pantas diteladani, baik dalam kegigihannya saat meniti karir, maupun dalam keperduliannya terhadap anak-anak penyandang cacat, dan anak-anak kurang mampu.
Buku ini memang menarik. Disamping kemasaannya yang ekslusif, isinya juga lebih lengkap. Tak hanya seputar karir, musibah kematian Nike, dan SLB, buku ini juga memuat surat-surat dan puisi dari para penggemar Nike.
4. Nike Ardilla (di Balik Tragedi Bintang Kehidupan) penyusun: Soekitjo JG & Abdullah Lahay, 1996
Buku setebal 131 halaman ini lebih banyak membahas peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa Nike. Detail kejadian kecelakaan, pengakuan para saksi mata dan hari-hari akhir Nike dijelaskan secara detail dan rinci.
Penulis juga mengungkapkan beberapa anggapan miring mengenai Nike yang beredar di masyarakat Indonesia dan penyelesaian kasus Nike di Kepolisian yang diadukan oleh sahabatnya sendiri.
Penulis mencoba menyentuh rasa kehilangan yang sangat mendalam dengan menceritakan jeritan kasih seorang ibu dan luapan kesedihan jutaan para penggemar Nike pada saat Nike dimakamkan dan ritual-ritual setelahnya.
Dari segi sosiologi, penulis mengutip beberapa pendapat para sosiolog kondang mengenai Nike yang fenomenal. Dibuku ini juga diungkap romantika kisah cinta Nike dalam sub judul Pacar yang ditinggal.
Dan sebagai penutup, buku ini juga membahas tentang keluhuran budi luar biasa Nike yang menyantuni SLB.
Demikianlah resensi mengenai ke-4 buku tentang nike

Kronologis Kejadian Kecelakaan Nike

HARI-HARI AKHIR KEKE
18 Maret 1995, Sabtu
06:00 : Nike Ardilla di rumah kontrakannya,
Jl. Mangga No.10A, Fatmawati-Jakarta Selatan.
Ia tampak kelelahan setelah syuting Trauma
Marissa II yang makan waktu sembilan jam dan
baru berakhir pukul 02.00.
Adegan terakhir Nike sebagai Marissa adalah
mengadili dokter Parsidi (drg. Fadly).
Ada sejumlah temannya berkunjung sejak dini hari,
yakni Deddy Dhukun, Rany Noor, Melly Guslow, Mona,
Nona, Anggun dan Fitri.
Malam itu, Nike tidak bisa tidur dan minta Nona
menemaninya nonton film Cinderella di video VHS
yang baru dibeli. Ia juga sempat minta dido’a kan
dan berpesan agar Fitri sepupunya yang ikut dia
dijaga baik-baik.
08:00 : Nike dan Sofiatun Wahyuni (Atun)
menuju lokasi syuting Warisan II di Jl. Atletik, Bogor.
Mobil Nike dikemudikan Alim, sopir yang
dipinjam pak David, tetangganya di Jl. Mangga.
10.00 : Tiba di lokasi syuting.
Nike langsung minta maaf kepada seluruh kru.
Ia juga memeluk Darto Joned. “Lama sekali,
sampai-sampai saya tanya,
Kenapa kamu?”, kata sang sutradara.
Ketika di make-up, tiba-tiba
saja Nike minta alisnya dirias bak Marlyn Monroe, idolanya.
12.30 : Syuting dimulai.
Nike mendapat jatah empat adegan.
Pertama terima telepon, disusul adegan
bertengkar dengan Bram (Tahta),
lalu makan sambil berdialog dengan ayahnya (El Manik).
Terakhir adegan turun tangga.
Nike sempat minta air jeruk, kecap, roti bantal.
Katanya untuk mengobati suaranya yang serak.
Ia juga minta rokok Marlboro kepada seorang kru,
padahal biasanya cuma menghisap Dunhil hijau.
Yang aneh saat syuting adegan bertengkar dengan Bram.
“Bagaimana mungkin satu scene yang mestinya rampung
setengah jam, makan waktu 3,5 jam” Tahta menceritakan kembali.
Menurut Tahta, berkali-kali Nike minta maaf
karena salah ucap. “Dia sering nambah-nambahin dialog.
Perkebunan jadi perkebunannan. Sebentar-sebentar
lihat skenario, seperti nggak ada yang nempel.
Saya sampai kehabisan akal.
Tapi anehnya para kru diam saja.
Padahal biasanya mereka suka nyeletuk.”
Menurut Tahta, pada adegan ketika ia memegang pundak Nike,
terasa begitu dingin tanpa ekspresi.
“Kata orang, yang saya hadapi sebenarnya bukan Nike lagi,”
ujarnya sambil merinding.

19.30 :
Syuting selesai.
Sebelum pamit ke Bandung, Nike sempat
memeluk Darto lagi. “Saya sempat mencegahnya
karena mengkhawatirkan staminanya,
apalagi esok paginya dia harus syuting lagi,” kata Darto.
Karena tak bisa mencegahnya, Darto cuma berpesan
supaya hati-hati. Sebelum pulang, lagi-lagi Nike
minta alisnya dirias seperti Malrlyn Monroe.
Selama perjalanan ke Bandung, Nike tak banyak bicara.
Alim yang nyetir, Nike dan Atun duduk di jok belakang.
23.00 : Di rumah, Nike sempat minta maaf kepada ibunya.
“Do’a kan Neneng (panggilannya di rumah), agar tetap sehat.
Kalau ada kesalahan, hampura (maafkan; Sunda) saja.
Selama ini Neneng sudah menyusahkan Papi-Mami,”
katanya, seperti ditirukan Atun. Ny. Nining Ningsihrat,
ibu Nike meng’iya’kan saja, tanpa firasat apapun.
23.30 : Nike dan Atun meninggalkan rumah.
Nike yang nyetir, sementara Alim disuruh istirahat
karena besok kembali ke
Bogor.
Ditengah perjalanan ke diskotik Studio East,
Nike ditelepon Eddy Bogel, fotografer Aneka.
Ia diminta langsung ke Hotel Jayakarta
di Jl. Ir. Juanda, karena teman-temannya dari Jakarta
ingin ke Diskotik Pollo di Jl. Asia Afrika.
Dan Nike sudah janji mengantar mereka.
19 Maret 1995, Minggu.

00.00 :
Nike dan Atun tiba di Hotel Jayakarta, Bandung.
Mereka langsung menuju Pollo dengan tiga mobil, bersama-sama
Eddy Bogel, Ari Sihasale dan seorang peragawati.
00.30 : Tiba di Pollo.
Nike bertemu dengan Titi Dj, Bucek Deep,
Lucy Dahlia dan lain-lainnya.
Malam itu Nike cuma pesan
orange juice, biasanya dicampur vodka.
Ia lebih banyak duduk sambil terdiam. “Saya dua tahun ikut dia,
jadi kenal betul kebiasaannya.
Nggak biasanya dia begitu,” kata Atun.
03.00 : Mereka meninggalkan Pollo.
Nike melihat ban kiri mobilnya kempes.
Denny Mukti membantunya memasang ban
cadangan yang lebih kecil dari ban lainnya.
Nike sempat diingatkan Denny agar hati-hati.
03.30 : Tiba di Restoran Kintamani, Jl. Lombok.
Nike sempat bilang sama Atun,
ingin makan makanan yang belum pernah ia makan,
Ia pesan sop jagung dan aqua.
Lagi-lagi ia banyak diam. Kepada Padma Sigit,
restauran captain, ia sempat bilang sambil menunjuk atap,
“Ada kucing.” Sigit cuma tersenyum.
04.30 : Keluar dari Kintamani.
Nike lebih dulu mengantar Eddy Bogel dan Ari Sihasale ke hotel.
05. 15: Meninggalkan hotel Jayakarta.
Dengan kecepatan sedang saja karena mobil terasa tidak stabil,
mereka menyusuri Jl. Ir. H.Juanda, lalu masuk Jl. Sultan Agung,
Jl. Trunojoyo, Jl. Aceh, dan Jl. RE Martadinata.
Jarak Hotel Jayakarta dengan lokasi kecelaka’an
sekitar 6,5 km saja. Tapi agak mengherankan, kecelakaan
itu terjadi sekitar satu jam kemudian.
Malam itu,penyanyi pop rock ini baru pulang dari pengambilan gambar sinetron “WARISAN” di Bogor,Jawa Barat.Tiba di bandung ia segera bergegas ke diskotik Studio East di Jalan Cihampelas yang sedang menyelenggarakan acara pemilihan Cover girl.Tapi rencana itu urung,karena acara sudah selesai.Dia belok ke Hotel Jayakarta dan baru kemudian ke diskotik “POLLO”.
Artis yang amat dipuja puja ABG ini pulang dini hari,menjelang fajar.Sebelum pulang,ia sempat makan bubur dan minum aqua.Nah,dalam perjalanan dari tempat ini,terjadi peristiwa nahas itu
.
Meski laju kendaraannya tak sampai 50 Km per jam,mobil tak stabil.Ada dugaan ban mobilnya kurang beres.Di jalan R.E.Martadinata,Nike yang mengendarai sedan Honda Genio D 27 Ak menyalip satu mobil.Mendadak dari arah depan muncul mobil lain dengan kecepatan tinggi.Nike membanting stir kiri dan menabrak tembok. Ia meninggal di mobil yang ia kendarai…disebuah ujung malam…….Nike dies instantly due to the serious head trauma.
Tidak ada jalan lain:Nike kudu dihabisi.
Seperti cerita cerita yang sudah beredar.
Nike tak mampu mengendalikan mobilnya,ketika berpapasan
dengan mobil Taft yang melaju kencang.
Disinilah peran “orang”nya Mr. X :
Membuat Nike kaget dan menjebak mobil pada posisi yang sulit!!!
Bagaimana hubungannya dengan Mr.X alias Cucu dari mantan …… ini?
Ini pengakuan dari beberapa triper yang cukup kenal dengan Nike.
Jauh sebelum kejadian, Mr.X naksir berat sama penyanyi ayu yang diorbitkan Deddy Dores ini. Berkali kali Mr. X merayu dan membujuk agar dia mau menjadi pacar atau simpanannya.Berulang-ulang pula Nike menampiknya.
Mr. X diisukan naik pitam.Bagai kisah kisah mafioso (mafia kali yah artinya,itu lho…yg suka ada di film2 Andy lau…) yang melibatkan boss besar,kejadian ini harus diselesaikan.
Pendeknya Mr. X tidak bisa menerima gelora asmaranya ditolak mentah mentah oleh seorang mojang bau kencur itu. Maka dibuatlah skenario kecelakaan.Rencana ini memakan proses panjang.
Meski Nike menolak cintanya
Ringkas cerita:Tidak ada jalan lain,Nike kudu dihabisi.Seperti cerita cerita yang beredar,anak ini tak mampu mengendalikan mobilnya ketika berpapasan dengan mobil taft berwarna merah yang sedang melaju kencang.
Disinilah peran orangnya Mr. X :Membuat Nike kaget dan menjebak mobil pada posisi yang sulit.
Sampai sekarang,tak pernah ketahuan siapa yang mengemudikan kendaraan itu.Beda halnya dengan pengemudi yang hendak disalip oleh Nike.Ia malah sudah memberikan kesaksian kepada wartawan.
Misteri Hard Top Merah
Yang mencurigakan dibalik kematian Nike Ardilla yakni munculnya legenda Hard Top merah yang tiba-tiba memepet mobil Nike.Anehnya versi resmi yang dilansir polisi,tak ada cerita Hard Top.Yang ada mobil Taft yang melaju dari depan yang menyebabkan mobil Genio yang dikemudikan Nike terpelanting lalu menabrak tembok.
Bagaimana dengan teka-teki Hard Top yang menurut sejumlas saksi mata tampak dikemudikan lelaki berambut cepak? Hingga kini misteri Hard Top merah itu masih menjadi teka-teki. Sejauh mana kemungkinan Mr.X berada dibalik kematian Nike Ardilla? Atau apakah benar saat meninggal Nike itu dalam keadaan mabuk? A Hon,produser Nike dari Music Plus membantah keras. �Nggak,nggak Nike tak pernah mabuk,� kata A Hon.
Misteri Hard Top yang menyeruduk pun tak diketahui.Betul-betul kasus yang misterius, adanya Jeep Hard Top merah yang memepet Genio Nke. Nah,teka-teki Hard Top Merah itulah yang sampai sekarang tak berkesudahan.Artinya benar atau tidaknya,belum pernah dikorek lagi kebenarannya.
Yang jelas kondisi Nike memang nyaris sekarat.Diperkirakan kepala Nike membentur tembok yang ditabraknya hingga telinga dan kepalnya mengeluarkan darah segar. Darah segar pun membasahi jok mobil Nike,sedangkan Atun tak sadarkan diri.
Ketika ditanya apakah Nike Ardilla pernah datang lewat mimpi nggak?
Ibu Nike : “Kalau dulu sering, dia suka bilang (dalam mimpi), jangan dipikirin karena Neneng sudah taqdirnya”

06.15 :……………………………………….
Bagaimana hubungannya dengan Arie Sigit alias Cucu dari mantan presiden Soeharto ini?
Ini pengakuan dari beberapa triper yang cukup kenal dengan Nike.
Jauh sebelum kejadian,Arie Sigit naksir berat sama penyanyi ayu yang diorbitkan Deddy Dores ini.Berkali kali Arie merayu dan membujuk agar dia mau menjadi pacar atau simpanannya.Berulang-ulang pula,Nike menampiknya.
Arie diisukan naik pitam.Bagai kisah kisah mafioso (mafia kali yah artinya,itu lho…yg suka ada di film2 Andy lau…) yang melibatkan boss besar,kejadian ini harus diselesaikan.
Pendeknya Arie tidak bisa menerima gelora asmaranya ditolak mentah mentah oleh seorang mojang bau kencur itu. Maka dibuatlah skenario kecelakaan.Rencana ini memakan proses panjang.
Meski Nike menolak cintanya,tetapi soal obat dia ketagihan.Ada dugaan yang memperkenalkan Nike kepada pil gedek ini juga Arie.
Ringkas cerita:
Tidak ada jalan lain,Nike kudu dihabisi.
Seperti cerita cerita yang beredar,anak ini tak mampu mengendalikan mobilnya ketika berpapasan dengan mobil taft berwarna merah yang sedang melaju kencang.Disinilah peran orangnya Mr.X : Membuat Nike kaget dan menjebak mobil pada posisi yang sulit.Sampai sekarang,tak pernah ketahuan siapa yang mengemudikan kendaraan itu.Beda halnya dengan pengemudi yang hendak disalip oleh Nike.Ia malah sudah memberikan kesaksian kepada wartawan.
Sejak kejadian itu…..Nike pun tak bisa lagi melantunkan tembang tembang melankolisnya…..
Benarkah cerita miring itu?Memang sulit dilacak kebenarannya.Menurut sumber yang pernah dekat dengan Arie,kemungkinan besar cerita itu ada benarnya,”Semua orang di lingkugan sudah tahu.Lingkungan pergaulannya memang begitu,” kata sumber ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar